Tampilkan postingan dengan label animator indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label animator indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Animator Indonesia Berkarya di Hollywood

Animator Indonesia Berkarya di Hollywood

Rini Sugianto, animator Indonesia yang kini tinggal di kota Wellington, Selandia Baru, kembali menjadi tim sukses dari beberapa film Hollywood.
 
Kecintaan terhadap dunia animasi telah membuahkan kesuksesan di Hollywood. Setelah ikut menggarap film animasi Tintin, Rini Sugianto, animator Indonesia yang kini tinggal di kota Wellington, Selandia Baru, kembali menjadi tim sukses dari beberapa film Hollywood yang berhasil menduduki posisi teratas di Box Office.

“Animasi sendiri itu very detail oriented. Saya suka ngerjain something yang detail oriented. Kadang nyapein, cuman it’s fun. It’s fun ngeliat something yang dari nggak bergerak sampai akhirnya bergerak. Terutama kalau orang yang ngeliat nggak bisa bedain apakah itu live action atau 3D,” kata perempuan lulusan S1 jurusan arsitektur dari Universitas Parahyangan di Bandung.

Sejak tahun 2010, Rini yang meraih gelar S2 jurusan animasi dari Academy of Art di San Francisco, bekerja di perusahaan WETA digital, milik sutradara Peter Jackson. Awal kepindahan Rini dari Amerika ke Selandia Baru adalah untuk menggarap film The Adventure of Tintin: the Secret of Unicorn.

Rini Sugianto, menjadi animator untuk WETA DigitalRini Sugianto, menjadi animator untuk WETA Digital
“Tahun kemarin lumayan sibuk. Jadi setelah Tintin saya ikutan ngerjain film Avengers, setelah itu film Hobbit, November kemarin. Sekarang yang baru akan keluar yang baru selesai juga itu Iron Man: 3,” kata Rini. Menurut jadwal, film Iron Man: 3 akan tayang di Amerika mulai bulan Mei mendatang.

“Iron Man: 3 itu yang ngerjain bukan hanya WETA aja, jadi company-company lain juga ikutan ngerjain” tambah perempuan kelahiran tahun 1980 ini.

Ikut menggarap film-film Hollywood yang terkenal dan paling dinanti bagi Rini adalah hal yang sangat menyenangkan. “Senang yah. WETA kebetulan dapat high profile project. Jadi kita banyak kesempatan untuk ngerjain film-film yang lumayan terkenal dan ditunggu-tunggu sama orang. Yang paling serunya mungkin kita bisa tahu ending filmnya sebelum filmnya hit theater. Jadi bisa tahu storynya dulu. Kita bisa lihat behind the scenenya dan pembuatannya. Kayak film Hobbit itu kan termasuk salah satu film yang ditunggu-tunggu orang banget yah, setelah Lord of the Rings sepuluh tahun lalu. Red Carpetnya kebetulan di Wellington, kita semua satu company ikutan nonton dan satu kota Wellington ini waktu itu benar-benar support banget sama filmnya. Rasanya senang aja kita jadi part of it” ujar Rini.

Suasana di kota Wellington yang merupakan ibu kota dari Selandia Baru itu sendiri juga cukup ramai menjelang penayangan film perdana the Hobbit. “Mereka benar-benar bersihin kotanya dan meraka taruh sculpture (patung) yang ukuran besar banget di key point di Wellington. Jadi misalnya mereka bikin sculpture Gollum yang huge banget dan taruh di airport buat orang-orang lihat pas mereka landing. Terus ada huge Gandalf di teater Embassy (teater tempat penayangan perdana film Hobbit). Dan mereka mulai pasang sebulan sebelum premierenya” tambah Rini.

Rini Sugianto Mendaki GunungRini Sugianto Mendaki Gunung
Walaupun begitu, menggarap film-film animasi terkenal tentunya banyak sekali tantangannya. Berbeda dengan film animasi seperti Tintin yang seluruhnya dikerjakan dengan menggunakan komputer, untuk film Hobbit, Rini dan para animator lainnya harus menggabungkan antara hasil syuting yang telah dilakukan oleh sutradara Peter Jackson sebelumnya, dengan animasi yang mereka buat.

“Ruang geraknya sendiri agak-agak terbatas, karena kita harus matched sama yang mereka sudah syuting. Dan pressurenya tinggi pas Hobbit. Karena itu film yang ditunggu-tunggu jadinya kita benar-benar harus bikin yang bagus” jelas perempuan yang hobi mendaki gunung bersama suaminya ini.

Rini Sugianto Workshop di IndonesiaRini Sugianto Workshop di Indonesia
Selain sibuk menggarap animasi film, Rini juga sibuk dengan berbagai kegiatan di Indonesia, yang berhubungan dengan profesinya. “Dari tahun kemarin saya sudah beberapa kali mengadakan seminar di universitas-universitas di Jakarta. Juga saya diajak ke Jakarta untuk ngadain workshop dua hari. Lumayan interesting ya, karena salah satu workshopnya justru lebih ke arah in-depth animation jadi nggak secara general lagi. Terakhir-terakhir ini kita lebih ke arah education. Kemudian saya juga mengadakan online school. Itu untuk animator-animator Indonesia yang mau belajar lebih dalam lagi tentang animasi. Jadi saya ngajarnya dari sini (Selandia Baru) dan kita bertemunya online” ucap Rini.

Rini berharap pendidikan animasi di Indonesia bisa terus meningkat. “Minatnya banyak. Waktu itu saya ngadain workshop juga selalu penuh. Yang datang itu memang benar-benar mau tahu tentang animasi. Tapi kayaknya sarananya masih belum mencukupi. Sudah mulai banyak jurusan-jurusan animasi terutama di Jakarta. Tapi kayaknya masih secara general, jadi belum ada yang benar-benar fokus untuk animasi aja” jelas Rini.

Pesan Rini kepada para animator di Indonesia adalah untuk terus berlatih. “Keep practicing. Yang belakangan ini sering saya lihat, untuk para animator, terutama yang baru-baru mulai belajar , jangan rushing untuk langsung mau ngerjain big sequence, big shot, big animation. Start from basic. Benar-benar kuatin basicnya. Setelah itu baru mulai ke more complicated shot” ujar Rini.

Robert Downey Jr. yang berperan sebagai Tony Stark atau 'Iron Man,' juga akan tampil dalam 'The Avengers.'Robert Downey Jr. yang berperan sebagai Tony Stark atau 'Iron Man,' juga akan tampil dalam 'The Avengers.'
Untuk ke depannya, Rini akan terus menghasilkan karya yang tentunya bisa dinikmati oleh orang-orang di Indonesia.  Kata Rini, “saya belum bisa bilang. Tapi di akhir tahun kita masih ngerjain Hobbit 2. Sekarang in between Iron Man: 3 dan Hobbit 2 saya ngerjain salah satu project yang lain tapi it’s a secret right now.” 

Read More ->>

Animator Sukses Berasal Dari Indonesia

Animator Sukses Berasal Dari Indonesia 
 
 
1. Christiawan Lie

Biasa dipanggil Chris Lie, lulusan ITB dan peraih beasiswa full bright di Savannah College of Art and Design, Amerika Serika ini menjadi salah satu animator di beberapa film terkenal seperti Transformer 3, GI Joe, dan Spiderman 4.

 ideanimasi.com
Selain animator, Chris Lie juga dikenal sebagai komikus hebat. Petualangannya di Amerika dimulai tahun 2005 saat mengikuti kompetisi action figure GI Joe. Karyanya terpilih sehingga dilibatkan dalam pembuatan GI Joe Sigma 6. Sumbangsihnya untuk Indonesia juga bisa dilihat pada komik Baratayuda yang meraih penghargaaan sebagai cerita dan komik anak terbaik di Anugerah Komik Indonesia 2011.

Sekarang ia mendirikan Caravan Studio di Indonesia.


2. Rini Triyani Sugianto

Sejak kecil jadi penggemar komik Tintin hingga berlanjut ketika lulus dari Academy of art University, San Fransisco, ia dipercaya ikut terlibat dalam pembuatan The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn.

komikoo.com
Dia juga mengerjakan film animasi lain seperti The Avenger. Berkat kepiawaiannya, ia ditarik oleh Weta Digital, rumah produksi yang menggarap film Tintin. Perusahaan ini juga yang menggarap animasi film semacam Avatar, King Kong, Lords of The Ring, dan X-Men: First Class.

Saat ini, Rini sedang fokus dengan animasi pada film yang akan segera dirilis, The Hobbit.


3. Andre Surya
Melalui kecerdasannya mengolah efek film, lulusan DKV Universitas Tarumanegara ini bisa ikut terlibat dalam film Star Trek, Terminator Salvation, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Iron Man 2, hingga Transformers: Revenge of the Fallen.
 rochmany.blogspot.com
Setelah berkecimpung di kancah global selama 10 tahun, kini ia kembali ke Jakarta mendirikan studio EnspireStudio. Karya teranyarnya The Escape meraih Best short Competition-Award of Merit di Amerika Serikat, serta Best Short Animation pada festival film di Los Angeles.


4. Marsha Chikita Fawzi

Ingat Upin-Ipin? Marsha Chikita Fawzi yang akrab dipanggil Kiki ini punya kiprah di dalamnya. Sebagai putri bungsu pasangan Ikang Fawzi - Marissa Haque, awalnya ingin kuliah seni murni di ITB tetapi ditentang orang tua, sehingga beralih memilih Multimedia University di Malaysia.

 
marissaikang1987.multiply.com
Sekarang Kiki kembali ke Indonesia membuat perusahaan animasi. Ia berharap Indonesia akan punya intelectual property (IP) yang sangat bercita rasa tanah air. Layaknya Upin-Ipin merupakan IP Malaysia karya Las' Copaque Production.


5. Griselda Sastrawinata
akuberbagikisah.wordpress.com
Pindah ke Amerika Serikat saat kelas 2 SMA lalu melanjutkan pendidikan di Art Center College of Design, Pasadena. Ia kemudian diterima bekerja di studio animasi Dreamwork. Karya-karya perusahaan ini bisa dilihat seperti Kungfu Panda, Madagascar, dan Monster Aliens Inc.


6. Wira Winata

 ideanimasi.com
Lulusan Nanyang Polytechnic, Singapore dan Art Centre College of Design yang awalnya menyelesaikan film animasi The Little Red Plane sebagai final project untuk kelulusan di Art Center. Siapa sangka, kini dengan perusahaan yang didirikan, Shadedbox, ia merambah dunia animasi di kancah global.



7. Pamela Halomoan

 ideanimasi.com
Karya Pamela telah dinkmati masyarakat Singapura, Amerika, Inggris, hingga Turki. Ia menciptakan karakter Wolly, babi lucu yang menarik perhatian pengunjung saat dipamerkan di Game Toy Comic Convention di Singapura.


Itulah 7 bukti kehebatan orang Indonesia. Walau mungkin, belum ada dukungan pemerintah yang lebih intens pada kemajuan dunia kreatif (bandingkan dengan pemerintah Malaysia yang selalu mengadakan kompetisi animasi untuk menumbuh-kembangkan industri ini - dikutip dari pernyataan Marsha Chikita Fawzi), nyatanya secara individual atau "basis massa" tetap berjuang demi Indonesia.

Asumsi saya pribadi tekadang berbisik, inilah paradoks di Indonesia. Saat para elit penguasa bertengkar soal kebenaran golongan dan nafsu berkuasa, masyarakat tetap berjalan dengan keyakinan untuk mengibarkan merah putih di pucuk-pucuk tertinggi dunia.
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.